Kamis, 09 Oktober 2014

Help Me !!! Atur Gaji (Financial Consulting)


I'M SINGLE, I'M SIMPLE (Financial Consulting)

Menjadi single bagi beberapa orang mungkin sekedar kondisi sementara yang sedang terjadi saat ini. Namun bagi beberapa orang yang lain, single bisa jadi adalah keputusan yang secara sadar menjadi pilihan. Dalam hal keuangan, seorang yang single memiliki kelebihan dan juga kekurangan yang harus mereka waspadai. Tidak adanya tanggung jawab, hanya memikirkan diri sendiri dan gaya hidup tinggi adalah sisi negatif yang harus mereka sandang karena menjadi single. Yah maklumlah, dengan kondisi yang memiliki penghasilan, bebas tentukan penggunaan dan tidak adanya tanggungan menjadikan status sebagai single sangat dekat dengan kesan negatif di atas.
Single is Simple
Dengan menjadi single sebenarnya sederhana saja, saat membicarakan keuangan mereka harus tahu bahwa diri mereka adalah asset yang sangat berharga; tidak ada bedanya dengan asset lainnya. Karenanya, sebagai single dalam mengelola keuangan mereka harus berpikiran SIMPLE:
  • Sesuaikan
Keluarkan sesuai dengan kebutuhan yang harus menjadi prioritas. Dalam keuangan, bagi si single selain memikirkan saat ini harus siap dengan masa depan. Memiliki utang tidak masalah, tapi bila utang tadi sudah terlalu besar, tidak pandang Anda single apalagi non single, tetap saja bahaya besar.
  • IMpikan
Miliki mimpi, seorang single karena statusnya tanpa adanya orang lain yang mempengaruhi, kadang menjalani hidup tanpa memikirkan apa yang akan diraih. Miliki impian, dan jadikan impian itu sebagai tujuan. Sehingga dalam keuangan mereka memiliki target yang akan diraih. Single bukan berarti tidak boleh punya mimpi, malah bila kita bisa kelola, mimpi seorang single lebih nyaman karena tidak di”kotori” oleh mimpi orang lain.
  • Play it Safe
It’s my life… mungkin itu yang ada di benak single. Apapun yang saya lakukan, semua akan jadi risiko saya sendiri. Nah ini masalahnya, risiko memang akan dialami oleh kita, tapi dampaknya bisa mempengaruhi orang lain. Dalam bertindak di keuangan, pikirkan orang yang akan menjadi dampak dari risiko yang Anda alami. Jadi boleh bermain dengan risiko, tapi tetap usahakan keep it safe sehingga tidak mengganggu keuangan orang lain.
  • LEt’s Start
Nah pada akhirnya, keberhasilan akan terjadi bila kita memulai dan konsisten menjalankannya. Tidak perlu tunggu saat penghasilan besar atau dalam jumlah tertentu, mulailah sekarang. Keluarkan dengan bijak disesuaikan dengan kebutuhan, memiliki impian untuk masa depan dan bertanggung jawab dengan berusaha selalu meminimalisir risiko.


salam, Yakin Hidup SUkses

Cermat Pilih Perencana Keuangan (Financial Consulting)


Rencanakan Keuangan Sedini Mungkin (Finansial Consulting)

Rencanakan Keuangan Sedini Mungkin
Pada saat memutuskan akan menikah hal tersebut menjadi salah satu keputusan yang besar dalam hidup kita, sehingga sangat tepat bila kita banyak mendapatkan ucapan “Selamat menempuh hidup baru”. Memang pada saat kita menikah, harus siap dengan kenyataan bahwa kita sudah memiliki pasangan tempat berbagi suka maupun duka. Banyak hal yang dapat anda bagi dengan pasangan, diantaranya yang penting adalah mengenai keuangan keluarga.
Tentu saja berbicara mengenai keuangan pada saat sebelum dan sesudah menikah sangat berbeda. Pada saat belum menikah semua pendapatan dapat dinikmati sendiri dan hampir semua pengeluaran kita tentukan sendiri. Namun pada saat sudah menikah gaji yang kita terima merupakan milik bersama, baik itu gaji suami maupun gaji istri menjadi satu yaitu pendapatan bersama, yang digunakan secara bersama untuk kepentingan keluarga. Nah, karena uang yang anda peroleh harus digunakan untuk kesejahteraan keluarga, maka sudah saatnya membuat rencana keuangan agar keluarga yang mulai kita bina menjadi lebih sejahtera.
Perlu juga dipahami oleh pasangan kita, walaupun sudah menikah kita masih saja membawa kebiasaan yang dilakukan pada saat masih lajang, misalnya ‘gaul’ di cafĂ© bersama teman setiap pulang kantor, atau setiap weekend pergi ke spa bersama karib waktu kuliah dulu. Hal tersebut tidak menjadi masalah bila kita saling terbuka dengan pasangan, bila tidak maka akan berpengaruh pada perencanaan keuangan keluarga yang akan kita buat.
Susun anggaran
Setelah ada keterbukaan diantara pasangan, kita dapat menuju langkah berikutnya yaitu menyusun anggaran. Langkah ini cukup mudah, anda tinggal membuat dua kolom secara sederhana, kemudian memilih data apa saja yang masuk dalam kolom pendapatan dan kolom pengeluaran. Dalam menyusun anggaran setiap pasangan harus saling jujur, karena anggaran ini menjadi kunci sehat atau tidaknya keuangan keluarga kita.
Pada kolom pendapatan biasanya sulit untuk merubahnya, karena pendapatan pada umumnya bersifat tetap. Tapi, pada kolom pengeluaran kita harus ekstra perhatian, mengapa? Karena pengeluaran bersifat tak terbatas, sudah saatnya setiap pasangan harus mengurangi pengeluaran yang konsumtif dan tidak perlu, misalnya bila setiap makan siang di kantor selalu makan di foodcourt atau di restoran, maka bisa mulai dihemat bila beberapa hari dalam seminggu kita membawa makan siang dari rumah, selain hemat juga lebih praktis. Bila kita dapat melakukan beberapa penghematan pada pos pengeluaran tentunya anggaran keuangan keluarga kita bisa lebih sehat.
Dana Cadangan dan Investasi
Anggaran keuangan keluarga sudah kita buat, selanjutnya adalah membuat dana cadangan. Untuk apa ya membuat dana cadangan? Sebagai suatu keluarga yang mandiri umumnya kita sudah terpisah dari orang tua, dengan kata lain kita sudah punya tempat tinggal sendiri. Untuk itu kita harus mempersiapkan dana untuk antisipasi kejadian yang tidak terduga, misalnya tiba-tiba pasangan atau anak kita yang masih kecil sakit, atau ada kebutuhan dana yang mendesak diluar anggaran yang telah dibuat.
Jumlah alokasi dana cadangan dapat bervariasi, tergantung kebutuhannya. Secara umum dana yang dialokasikan adalah berkisar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Perlu diperhatikan dalam membuat alokasi dana cadangan harus dibuat dalam rekening terpisah sehingga tidak tercampur dengan rekening alokasi dana kebutuhan sehari-hari.
Sebagai keluarga muda, anda perlu mempersiapkan kedatangan anggota keluarga yang baru yaitu si buah hati. Berbagai persiapan perlu dilakukan untuk menyambut si buah hati, dalam tulisan ini kita hanya membahas persiapan dalam bentuk rencana keuangannya saja. 
Dalam rencana keuangan yang kita buat, alokasi dana untuk menyambut si buah hati dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
- Jangka pendek: mempersiapkan biaya persalinan dan biaya lainnya yang dikeluarkan pada sekitar hari kelahiran bayi, misalnya untuk acara selamatan dan sebagainya.
- Jangka menengah: mempersiapkan biaya pendidikan mulai dari playgroup sampai dengan Sekolah Menengah Atas.
- Jangka panjang: mempersiapkan biaya pendidkan untuk kuliah S1 dan S2, serta biaya pernikahan untuk anak.
Bila seluruh rencana keuangan tersebut dipersiapkan saat ini, tentunya akan terasa sangat memberatkan keuangan keluarga, untuk itu sebagai keluarga muda bisa mulai dengan membuat rencana keuangan untuk si buah hati dalam jangka pendek terlebih dahulu.
Untuk mempersiapkan rencana keuangan anak dalam jangka pendek, kita harus sudah mulai mengenal produk investasi, yang memiliki imbal hasil lebih tinggi dari pada deposito namun memiliki resiko yang rendah, misalnya reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Penempatan dana dalam produk investasi diperlukan agar dana dapat meningkat lebih pesat dengan tetap memperhatikan toleransi resiko yang terdapat dalam produk investasi tersebut, hal ini terutama untuk rencana keuangan anak dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Mulai membuat
Membuat rencana keuangan keluarga sepertinya rumit, tapi bila kita memulai dengan saling terbuka dengan pasangan hal yang rumit akan menjadi mudah. Langkah selanjutnya mulai mencatat pendapatan dan pengeluaran secara umum, jangan khawatir ada poin pengeluaran yang terlewat, hal tersebut wajar terjadi pada awal membuat anggaran keuangan keluarga, solusinya masukkanlah berbagai pengeluaran yang terlewat atau lupa dicatat kedalam pengeluaran lain-lain.
Dalam membuat dana cadangan untuk berbagai keperluan yang mendadak, perlu diperhatikan alokasi penempatannya pada rekening yang mudah diakses, misalnya bank yang memiliki ATM yang banyak atau cabang bank tersebut mudah dijangkau. Untuk rencana keuangan anak, sementara kita dapat fokus pada persiapan keuangan jangka pendek untuk mempersiapkan kelahiran serta berbagai pengeluaran disekitar hari kelahiran si buah hati.
Nah, rencana keuangan tersebut dapat anda buat sekarang, semakin dini rencana keuangan tersebut anda buat maka akan semakin baik, karena keuangan kelurga anda semakin lebih terencana. Namun apabila anda merasa kesulitan dalam membuat rencana keuangan tersebut, anda dapat menghubungi perencana keuangan yang bersertifikat dari biro perencana keuangan terpercaya.
salam, Yakin Hidup Sukses.

Kelola Keuangan Anda (Finansial Consulting)

Dalam sebagian besar masyarakat kita, membicarakan masalah keuangan keluarga memang masih merupakan hal yang tabu. Tidak semua keluarga mau membuka diri tentang kondisi keuangan mereka masing-masing. Dan sebagian dari masyarakat masih beranggapan bahwa mengelola keuangan adalah suatu hal yang sulit dan rumit.
Kondisi keuangan yang baik berhubungan erat dengan pengelolaan keuangan yang baik. Mengelola keuangan yang baik perlu adanya keterbukaan baik antar anggota keluarga maupun keluarga itu sendiri dengan pihak luar yang mungkin dapat membantu menyelesaikan masalah keuangannya misalnya seorang konsultan.
Semuanya membutuhkan kesadaran dari masing-masing anggota keluarga untuk membuat pengelolaan keuangan di rumah menjadi lebih mudah. 
Ada beberapa tips yang dapat diterapkan untuk membantu keluarga dalam melakukan pengelolaan keuangan agar menjadi mudah:
1. Buat prioritas pengeluaran secara proporsional
Dalam membuat prioritas pengeluaran sebaiknya kita kelompokkan ke dalam empat bagian utama yaitu:
a. Pengeluaran untuk sosial atau keagamaan sebesar 10% dari gajib. Pengeluaran untuk investasi 20% dari gajic. Pengeluaran untuk pembayaran hutang 30% dari gajid. Pengeluaran untuk biaya hidup sehari-hari 40% dari gaji
Ajak anggota keluarga duduk bersama dalam kondisi santai untuk membicarakan kebutuhan yang dianggap prioritas. Dengan membuat prioritas pengeluaran secara proporsional akan menyeimbangkan pengeluaran dan menghindari terjadinya over budget (pengeluaran yang melebihi budget).
2. Waspada pengeluaran tidak terduga
Jika kita sedang di luar rumah kadang kita tidak menyadari jika ada pengeluaran yang tidak termasuk dalam kelompok prioritas. Untuk menghindari hal tersebut, sebelum bepergian buat catatan kecil tentang rencana pengeluaran apa saja yang akan dilakukan, baik untuk pengeluaran ayah ibu maupun anak, sehingga jika ada pengeluaran tak terduga muncul jumlahnya akan terkendali karena tujuan utama pengeluaran sudah terpenuhi.
3. Utamakan kebutuhan terlebih dahulu baru keinginan
Dengan mengutamakan kebutuhan terlebih  dahulu baru keinginan, kita dapat menghindari pengeluaran-pengeluaran yang bersifat konsumtif.
Membiasakan menggunakan barang yang sudah ada dirumah atau membuat produktif barang-barang yang sudah kita beli dapat membantu kita untuk menjadi tidak konsumtif. Dan itu bisa diterapkan mulai dari ayah ibu sampai dengan anak-anak.
Misalnya;
- Ayah ingin membeli HP baru karena model sudah ketinggalan, padahal sebenarnya HP lama masih berfungsi dengan baik. Alangkah baiknya jika uang yang digunakan untuk membeli HP baru diinvestasikan dalam bentuk produk investasi misalnya reksadana atau produk investasi yang lainnya.
- Ibu membeli tas baru hanya karena teman di arisan menawarkan dengan  pembayaran diangsur. Sekalipun diangsur dengan nilai angsuran relatif kecil per bulannya, tetapi jika ditotal jumlahnya tetap saja mahal, dan manfaatnya tidak banyak karena sebenarnya tas yang dimiliki masih cukup banyak.
- Anak ingin membeli tempat pensil baru karena temannya memiliki tempat pensil gambar kartun yang sedang digemari saat ini. Karena tergoda oleh temannya & iklan film kartun, anak menjadi ikut konsumtif, padahal tempat pensil yang dimiliki masih cukup bagus.
Setiap anggota keluarga mempunyai peranan yang penting dalam mensukseskan proses pengelolaan keuangan yang baik. Setiap anggota keluarga juga diharapkan dapat saling mendorong dan memberi contoh satu sama lain agar muncul kesadaran untuk membentuk keluarga yang sehat secara fisik dan sehat secara finansial.
Jadi beranikah kita mengelola keuangan dalam keluarga?Kalau saya berani. Bagaimana dengan Anda? 

salam, Yakin Hidup Sukses

Bangkit dan Bangkit

Dikisahkan, di sebuah perguruan, seorang murid telah menyelesaikan semua pelajaran dan siap untuk turun gunung demi mempraktikkan ilmu yang telah dipelajarinya selama ini.
Saat berpamitan, sang Guru menitipkan sebuah bingkisan beserta sepucuk surat sambil berpesan, “Muridku. Semua ilmu telah guru turunkan kepadamu. Dalam mempraktikkan ilmu di tengah kehidupan masyarakat, pasti akan banyak masalah yang harus kamu hadapi nantinya. Jika kamu betul-betul terdesak, buka bingkisan ini dan belajar sekali lagi. Guru mendoakan semoga kamu berhasil mengamalkan ilmu untuk kebaikan masyarakat yang ada di sekitarmu”. Setelah mengucap salam perpisahan, si murid segera bergegas memulai perjalanannya.

Walaupun telah memiliki semua ilmu, dalam kesendiriannya, si murid sering merasa sedih dan kesepian. Apalagi jika masalah datang bertubi-tubi, bukan hanya karena pengalaman dan kemampuannya yang masih terbatas tetapi juga karena dia merasa tidak ada orang yang membantu dan menasehatinya. Di tengah keputusasaan itu, timbul niat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Tiba-tiba ia teringat pesan sang Guru, kemudian dibukanya bingkisan itu dan dibacanya surat sang Guru.

”Muridku, saat kamu baca surat ini, berarti ada masalah yang sedang kamu hadapi dan membuatmu merasa sendiri dan putus asa. Jangan terlalu bersedih dan putus asa karena hidup harus dihadapi dan terus berjalan. Perhatikan boneka shaolin di tanganmu itu. Guru ingin kamu bisa seperti boneka itu. Cobalah pukul sekuatnya!”

Tanpa berpikir panjang, pukulan pertama diayunkan dan membuat boneka itu terombang-ambing karena bagian bawah boneka cukup itu berat dan berbentuk bulat. Tak lama, boneka itu berdiri tegak seperti semula. Pukulan selanjutnya yang dihantamkan ke boneka itu tetap sama hasilnya. Boneka itu tak mau jatuh dan tegak kembali. Sambil terkagum-kagum, si murid pun lanjut membaca surat:

”Lihatlah! Meskipun dipukul berkali-kali, ia tidak pernah terjatuh, sabar dan tetap berdiri. Sama seperti boneka itu, guru berharap kamu tidak pernah menyerah. Ketika jatuh dan putus asa, lihat boneka ini. Kamu harus tetap berdiri! Saat kamu bertekad untuk tidak pernah menyerah, maka orang lain atau keadaan yang akan menyerah dan saat itulah kamu akan menang. Jika kamu tidak pernah mau menyerah, hidup kamu pasti akan berubah. Saat itu, kamu akan mengerti arti kesuksesan, yaitu akumulasi kemampuanmu mengatasi setiap masalah yang datang. Guru ucapkan Selamat datang di dunia nyata! Salam, gurumu”.

Selesai membaca surat itu, si murid terhenyak kagum. Ia merasa malu dan begitu bodoh karena sempat terpikir untuk bunuh diri. Sejak saat itu, ia berubah menjadi seseorang yang bermental baja. Dengan bekal boneka shaolin itu, ia menjadi pribadi yang pantang menyerah hingga akhirnya meraih sukses luar biasa.

Netter  yang luar biasa,

Sesungguhnya, tidak ada kegagalan sejati, kecuali kita berhenti berusaha. Seberapa banyak hantaman yang datang, sebanyak itulah kita harus siap menghadapi, tetap bangkit dan berdiri lagi. Sama seperti si boneka shaolin itu.

Mari, bulatkan tekad untuk tetap tegak berdiri walaupun hantaman sekeras apa pun yang datang menerpa. Sehingga kita bisa berteriak lantang: Aku adalah juara sejati di kehidupan ini!


Oleh Andrie W
salam, Yakin Hidup Sukses

Meluangkan Waktu Satu Jam Lagi

Pada akhir 1970-an, di Jepang ada seorang anak muda yang membuka sebuah toko grosir kecil. Berdasarkan kebiasaan yang berlaku saat itu, toko beroperasi maksimal sampai pukul 10 malam. Setelah itu, pemiliknya akan segera menutup tokonya. 
Suatu malam, jam dinding telah menunjukkan pukul 23:00. Anak muda itu masih membereskan barang-barang di tokonya. Ketika ia selesai mengerjakan pekerjaannya dan berniat untuk menutup tokonya, tiba-tiba datanglah beberapa orang yang ingin membeli barang. Meskipun jam buka tokonya sudah lewat, para pembeli itu tetap dilayaninya dengan ramah. Setelah semua pembelinya pergi, anak muda itu langsung menambahkan sekaligus menyusun stok barang.

Waktu setengah jam pun berlalu dan sekarang sudah pukul 23.30. Saat hendak menutup pintu tokonya, datang lagi pembeli lain yang ingin membeli barangnya.

Anak muda itu merasa bingung dan bertanya-tanya sendiri, "Mengapa sampai larut malam masih saja ada orang yang keluar untuk membeli barang-barang di sini? Apakah mereka tidak tahu, kalau saya akan segera menutup toko?"

Setelah keluar sebentar dan melihat-lihat suasana di sekitarnya dengan cermat, anak muda itu baru menyadari bahwa rupaya hampir semua toko di kompleks pertokoan itu sudah tutup. Hanya toko si anak muda itu, yang masih buka. Ia kini menjadi tahu bahwa bisnisnya tidak mengenal batas waktu. Asalkan masih ada orang yang belum tidur, pasti ada peluang bisnis yang datang!

Dengan pengetahuan yang baru itu, anak muda ini pun mengubah jam kerjanya. Ia membuka tokonya setiap pukul 7 pagi dan menutup tokonya setiap pukul 11 malam. Karena toko si anak muda itu beroperasi lebih lama dibanding toko-toko yang lain, ditambah dengan layanan yang prima, tokonya dikunjungi banyak pembeli dan menjadi toko favorit.

Setahun kemudian, toko anak muda ini berkembang menjadi lebih besar. Meski begitu, anak muda itu tidak lantas berpuas diri. Ia terus melakukan perbaikan dan pengembangan, sehingga bisnisnya semakin besar dan besar.

Anak muda pekerja keras itu bernama Takao Yasuda. Kini di usia 65 tahun, ia menjadi seorang pengusaha ternama: owner dan CEO dari jaringan toko grosir "Don Quijote". Dia punya lebih dari 234 toko di 160 lokasi, 4 di antaranya bahkan ada di Hawaii, Amerika Serikat. Ia salah satu orang terkaya di Jepang.

Kisah hidup Takao Yasuda, memang seperti sebuah keajaiban. Keajaiban yang juga bisa terjadi di kehidupan semua orang, termasuk kita, asalkan kita "siap bayar harga", antara lain dengan rela berkorban. Seperti Yasuda, hal yang perlu kita lakukan hanyalah meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai atau untuk merintis impian kita.

Dengan rela mengorbankan waktu lebih lama untuk bekerja, kemauan kuat, dan kerja keras, kita bisa menuju kesuksesan yang lebih besar dan lebih gemilang.

Oleh Tim Andrie.W

salam, Yakin Hidup SUkses 

Rabu, 08 Oktober 2014

Pentingnya Management Dalam Hidup


Mengatur kehidupan diperlukan demi tercapainya tujuan hidup karir, bisnis maupun keuangan Anda. Management hidup berperan penting untuk membuat kehidupan Anda benar-benar berarti. Hal itu menegaskan Pentingnya Management Dalam Hidup
Arti HIDUP itu apa? Dan biasanya kebanyakan orang tidak pernah memikirkannya! YA atau YA?
Nah, jika Anda Memanagement Hidup Anda dengan arti yang berbeda maka perasaan Anda juga akan ikut berbeda. Kalau perasaan Anda berbeda, maka tindakan Anda pun akan berbeda. Jika tindakan Anda berbeda, hasilnya juga berbeda. Dan jika hasilnya berbeda, maka nasibnya berbeda. Kalau nasibnya berbeda, maka hidupnya pun berbeda.
Jadi, di sini setiap orang mempunyai definisi hidup yang berbeda- beda. Jika Anda beranggapan hidup itu penuh dengan perjuangan, maka kehidupan Anda selamanya hanya berjuang. Memangnya enak kalau berjuang terus dan Anda tidak menikmati hidup? Disini Anda hanya berjuang terus menerus. Mungkin tidak ada yang salah dalam hal ini, namun definisi Anda menggambarkan kehidupan Anda untuk sekarang dan untuk kedepannya.
Oleh karena itu, berhati- hatilah terhadap definisi hidup tersebut. Anda memberikan arti hidup yang Anda inginkan. Dan jika Anda salah dalam memberikan arti hidup maka Management Nomor satu sudah Gagal Total. Yang paling pertama dalam mengatur hidup, Anda harus bisa memberikan arti hidup itu yang seperti apa dan hidup itu adalah… (Anda bisa menjawabnya dengan jawaban Anda sendiri).
Jika Anda sudah memberikan arti salah dalam hidup Anda, maka emosi Anda akan salah. Kalau emosinya salah, maka tindakan akan salah. Kalau tindakan Anda salah, hasilnya salah. Kalau hasilnya salah, maka nasibnya Salah. Dan jika nasib Anda salah, maka hidup Anda akan salah.
Jadi disini, Andalah yang menentukan hidup Anda akan seperti apa dan bagaimana. Jika Anda salah dalam memberikan arti, maka untuk kedepannya kehidupan Anda akan salah. Di sini, Anda juga yang menentukan definisi dari kehidupan Anda itu sendiri. Ini adalah langkah nomor satu dalam management hidup.
Akhir kata, semoga artikel ini membawa pemahaman bermanfaat untuk Anda dalam mengatur segala segi kehidupan Anda menuju perubahan hidup yang Anda harapkan.
Saya senang menjadi diri saya sendiri.. Menjalani hidup di jalan yang sudah Tuhan rencanakan,, dan mencapai hal hal terbaik yang sudah Tuhan sediakan.

Yakin Hidup Sukses.

By Laruno.com

Sudahkah Anda Memiliki Rencana Menjadi Kaya


Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya.
Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya. Dan biasanya orang menyebut itu rencana menjadi kaya
Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya. Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.
Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki “Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.
“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film TopGun.
Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.
Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu
Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;
2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go!
3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut.
4. Gunakan faktor kali atau leverage. Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact,Expertise) dari orang lain. Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?
Akhir kata, semoga Anda lebih cepat mencapai kekayaan yang Anda idamkan melalui rencana-rencana yang Anda bangun!

Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras

Dahulu kala di daratan Tiongkok, ada seorang bocah bernama Djang Liang. Ia adalah seorang anak yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang luhur. Meski begitu, Djang Liang punya kelemahan. Karena merasa dirinya pintar dan mudah menyerap pelajaran, ia jadi anak yang cenderung pemalas. Hampir tiap hari, ia datang terlambat ke sekolahnya.

Suatu kali, ketika berjalan santai menuju sekolahnya, Djang bertemu dengan seorang kakek tua di sebuah pinggir jembatan. Ia melihat salah satu sepatu kakek itu nyaris tercebur ke dalam sungai kecil di bawah jembatan. Spontan, ia pun mengambilkan sepatu tersebut dan memakaikannya kembali pada si kakek.

Kakek itu tersenyum melihat kepedulian Djang. Maka, beliau mengatakan pada Djang, bahwa dirinya akan memberikan hadiah yang dapat mengubah hidup Djang. Syaratnya, Djang harus datang lebih pagi dari si kakek ke tempat tersebut.

Djang yang memang bercita-cita jadi orang sukses pun menyanggupi pesan si kakek. Keesokan harinya, Djang datang lebih pagi guna menagih janji si kakek. Namun ternyata, kakek itu sudah berada di sana mendahului kedatangan Djang. Karena dianggap terlambat, Djang mendapat wejangan banyak hal agar tidak bermalas-malasan. Ia juga tak mendapat hadiah karena belum memenuhi syarat yang diminta si kakek. Djang lantas berjanji, esoknya akan datang lebih pagi.

Esoknya, Djang memang datang jauh lebih pagi. Ia menyangka, pasti dirinya kali itu akan berhasil mendapat hadiah dari si kakek. Tapi, ia sangat kaget, ternyata si kakek sudah datang saat fajar. Akibatnya, Djang kembali dapat wejangan, dan belum berhasil mendapat hadiah seperti yang diharapkan.

Kesal bercampur penasaran, di hari ketiga, Djang pun bertekad datang jauh lebih pagi. Bahkan, ia sudah bersiap-siap sejak makan malam, untuk datang ke lokasi tersebut. Ia pun menyiapkan bekal dan perlengkapan agar bisa tidur di tempat tersebut, sehingga bisa mendahului si kakek.

Benar, saat datang di malam buta, si kakek belum ada. Ia pun senang, berhasil mendahului kakek. Hingga, tiba-tiba, di pagi hari, si kakek membangunkan dirinya. Si kakek tersenyum puas. “Inilah hadiah yang akan kuberikan sebagai bekal hidupmu kelak. Kau sudah membuktikan, dirimu punya kekuatan tekad yang luar biasa, hingga mengalahkan rasa malasmu. Demi tujuan mendapat hadiah, kamu berani berkorban untuk datang lebih pagi. Jaga sikapmu ini, belajarlah lebih rajin, datanglah lebih awal, bergeraklah lebih cepat, maka akan ada banyak peluang yang bisa diraih untuk masa depanmu,” seru sang kakek bijak.

Djang mengangguk mengerti dan berterima kasih kepada si kakek. Hari itu, ia mendapat “hadiah” hidup dari si kakek. Ia berjanji, akan menuruti nasihat tersebut. Sejak saat itu, DjangLiang akhirnya berhasil meraih lebih banyak prestasi yang luar biasa. Hingga, di usia dewasanya, ia diangkat menjadi panglima di kerajaan.

Pembaca yang luar biasa,

Kisah Djang memperlihatkan bahwa kecerdasan yang dimiliki, sikap baik yang dipelihara, rupanya belum cukup untuk mengantarnya meraih kesuksesan. Ia harus mengatasi “Kelemahan” yang muncul dari dalam diri, yakni sikap malas. Begitu juga kita semua. Di antara banyak potensi yang kita miliki, pasti ada satu dua kelemahan yang harus kita atasi. Dan, untuk itu, kita butuh perlu keras pada diri sendiri. Kita butuh menjadi pribadi luar biasa untuk mengatasi segala kelemahan yang ada. Apalagi, jika kelemahan itu menyangkut pada kondisi mentalitas. Rasa malas, kurang disiplin, tidak bertanggung jawab, suka menunda-nunda pekerjaan, kerja hanya berdasar mood, suka mencuri-curi waktu luang di tengah kesibukan, adalah sikap-sikap negatif, yang biarpun “kecil” jika tidak diatasi segera, akan menjelma jadi “batu sandungan” terhadap setiap langkah menuju sukses kita.

Mari, kita  terus memperbaiki kelemahan yang acap menunda datangnya prestasi. Kerja keras,Kerja Cerdas, kerja sepenuh hati, maka kita akan jadi manusia “cerdas hidup” yang makin mumpuni.


Yakin Hidup Sukses.



By Andrie W

Terbangun dan Bermimpilah


Orang-orang pemimpi. Merekalah satu-satunya yang memberiku pekerjaan. Dalam mimpi orang macam ini...aku menemukan keabadian! Dan sayangnya keabadianku adalah kematian bagi mereka. (Freddy Krueger)

Film Nightmare on Elm Street dengan tokoh Freddy Krueger-nya, adalah sebuah film yang menurut saya diletakkan di atas ide dasar yang menarik. Freddy, sang pembunuh, hadir dalam mimpi seseorang dan dihidupi serta menjadi makin kuat karena “diberi makan” ketakutan yang muncul dalam diri orang tersebut. Akhirnya, ketika Freddy telah cukup kuat, maka ia mampu membunuh orang tersebut lewat mimpinya. Lalu, berjatuhanlah korban manusia-manusia yang terbunuh dalam mimpinya. Mereka terbunuh, karena mereka terlelap.

Di sinilah menariknya. Ide dasar film tersebut, sebenarnya memberi perenungan mendalam mengenai realitas dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita renungkan lebih dalam, sebenarnya kehidupan sehari-hari manusia dipenuhi oleh mimpi. Lihat saja sekeliling, lihat saja diri anda dan harapan-harapan Anda ke depan. Itu semua adalah mimpi-mimpi, yang di satu sisi bisa menjadi semangat hidup, namun di sisi lain bisa pula menjadi jalan masuk bagi sesuatu yang mungkin membunuh Anda.

Mimpi memiliki dua sisi: bisa menjadi kekuatan tapi di sisi lain juga bisa membunuh. Menjadi membunuh ketika orang terlarut menjadi pemimpi. Pemimpi yang terbunuh mimpinya adalah mereka yang melarikan diri dari realita ke dalam “mimpi” atau realita semu, karena dalam mekanisme pelarian, akan selalu ada ketakutan yang menyertai pelarian tersebut. Ketakutan inilah yang kemudian menghidupi sosok Freddy dalam diri manusia.

Mimpi Negatif – Pelarian dari Dunia Nyata

Kehidupan modern dewasa ini banyak menawarkan ruang-ruang mimpi sebagai tempat pelarian. Mereka menjual mimpi-mimpi melalui sinetron, janji-janji kampanye, berbagai bentuk pencitraan berikut manipulasi kebenaran, dan banyak lagi. Akibatnya, orang terbuai sekaligus teralienasikan dari realita. Agama pun, saat ini nampak dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga membuat banyak dari umatnya tidak mencari Tuhan, namun justru sibuk menjadi menuhankan diri dan menjadi tuhan bagi orang lain. Mereka menggadaikan hidupnya saat ini pada surga nun jauh di sana, sehingga gagal mengenali realita yang bermakna di dunia sekarang.

Dalam mimpi-mimpi semacam ini, manusia sebenarnya memelihara “Freddy Krueger” dalam hidup mereka. Mereka tidak menempatkan mimpi sebagai harapan, namun justru tempat pelarian. Di sinilah mereka beresiko untuk terkaget-kaget karena tempat pelarian tersebut dapat tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk. Hal tersebut karena, realita tak seperti dunia mimpi mereka. Ada berbagai kenyataan yang mesti dihadapi jika seseorang menginginkan berkembang.

Mimpi Positif – Terbangun dan Memiliki Mimpi Besar

Kendati demikian, mimpi juga memiliki peran penting. Mimpi menjadi berguna, ketika seseorang bermimpi namun tetap terjaga. Orang seperti ini menggunakan mimpi sebagai motivasi untuk maju, mewujudkan hal-hal yang mengembangkan potensi dirinya. Orang-orang seperti ini tahu benar apa yang tak dilihat orang lain, dan yakin dirinya mampu mewujudkan apa yang menjadi angan-angannya. Mereka bermimpi, namun tak lari dari realita. Ini sisi kedua mimpi.

Kita dapat melihat orang-orang besar, adalah orang-orang dengan mimpi besar dalam hidupnya. Lalu, bagaimana membedakan antara mimpi negatif pelarian dari realita dan mimpi besar yang positif? Pembedanya ada pada bagaimana perwujudan dari mimpi tersebut memberi kontribusi bagi banyak orang, bukan hanya orang-orang yang sama dengan diri, namun juga mereka yang berbeda. Orang-orang dengan Mimpi Besar yang berhasil mewujudkan mimpinya, biasanya memiliki mimpi yang bermakna dalam bagi kehidupan.

Mimpi-mimpi besar, diawali dengan pengenalan potensi diri yang diyakini bisa berkembang dan dibagikan kepada orang lain. Website ini, banyak mengulas orang-orang semacam ini, dan Anda bisa membaca dan mengenali mimpi macam apa yang mereka mampu wujudkan. Keberanian mengenali potensi diri dan bermimpi inilah yang barangkali agak sulit, karena orang sering terlebih dulu terperangkap kecemasan akan realita hidupnya. Biasanya, mereka takut dicemooh, atau terlalu mudah menyerah untuk memperjuangkan mimpinya sendiri. Akibatnya, mereka lari dari realita dan mengubah mimpinya menjadi mimpi yang justru mengalienasikan dari potensi dirinya sendiri.

Nah, mungkin Anda pun punya mimpi. Termasuk yang manakah mimpi Anda?

Yakin Hidup Sukses..
______

Audifax aktif bergiat di @LightGivers, Forum Studi Kebudayaan (FSK) ITB, dan SMART HRPD